Sebagai orangtua maupun pendidik (guru) dalam lembaga, selayaknyalah kita mengerti tentang anak didik kita. Dianggap perlu karena pada pendidikan anak usia dini, selayaknyalah anak-anak itu dibeda-bedakan dalam pengelompokannya sesuai dengan tingkat usianya masing-masing. Tentu berdasarkan hal ini, kita perlu paham terlebih dahulu tentang karakteristik peserta didik kita.
![]() |
| Ini Karakteristik Anak di Usia Dini |
Ini Karakteristik Anak di Usia Dini
Di dalam keluarga, pola asuh anak sangatlah berpengaruh dalam segala aspek perkembangan anak, termasuk dalam beberapa kecerdasan anak, beberapa acuan sederhana kecakapan intrapersonal yang dapat digunakan untuk mengukur kesiapan anak memasuki sekolah dasar diantaranya:
- Mmampu mengurus diri sendiri, antara lain dalam hal buang air kecil dan buang air besar (bukan layaknya orang dewasa).
- Mampu menjalankan aktivitas tertentu dengan cara dan inisiatif sendiri, misalnya bangun tidur, mandi, dan makan.
- Memiliki inisiatif sendiri untuk belajar dan segera mengerjakan dan menyelesaikan tugas-tugas tersebut.
- Anak sudah memiliki kesadaran bahwa untuk dapat memahami dan mendalami suatu ilmu atau kecakapan, harus belajar dengan benar.
- Mampu mengelola, mengendalikan dan mengelola emosinya secara tepat guna (appropriate) dan konstruktif, bukan secara destruktif (mengamuk, membanting, memukul, berguling-guling dan sebagainya).
Adapun beberapa aspek yang dibuatkan di atas, anak itu harus memilikinya demi ketercapaian proses belajarnya. Menurut Tembong, melalui proses pembelajaran yang benar, baik di rumah, di sekolah, maupun dilingkungan pengembangan lainnya, di akhir masa sekolah dasar, diharapkan anak memiliki:
- Keinginan untuk berprestasi (Need of Achievement) yang cukup tinggi. Keinginan yang muncul dari dirinya sendiri atau kebutuhan menjadi lebih baik dari hasil sebelumnya.
- Kompetensi (Need of competences) Keinginan atau kebutuhan untuk mampu menguasai berbagai macam kecakapan yang diperlukan dalam perkembangan berikutnya.
- Mampu mengungkapkan emosinya secara lebih dewasa.
- Mampu memilih atas stimulus yang positif dan konstruktif.
Adapun berbagai tolak ukur kesuksesan yang lumayan penting serta mendasar dalam perkembangan kecakapan interpersonal anak merupakan:
- Anak-anak mampu menjalin kerja sama dan kesetiaan persahabatan yang positif dengan teman sebaya.
- Anak-anak mampu memaafkan kesalahan orang lain dan meminta maaf bila mereka bersalah.
- Anak-anak sanggup beradaptasi dengan lingkungan sosial alias perkawanan baru.
- Anak mampu mengidentifikasi peranan penting dirinya, baik didalam lingkungan keluarga, sekolah maupun di kalangan teman-teman sebayanya.
